Rasa yang tertanam di hati ini
Rasa yang dipancarkan oleh aura itu
Masuk ke dalam jiwa
Masuk ke dalam raga
Lewat sebuah pandangan dari sepasang bola mata
Entah… Entah…
Jantung serta hati ini
Mengoyah, memerintahku untuk bergerak
Bangkit dari pijakan yang menempel ini
Sulit rasanya…
Seperti sudah ada di hadapan sosoknya
Degumanmu bagaikan kapal yang pecah
Suaramu bagaikan binatang liar
Bunyimu terdengar merusak
Apa yang keluar itu… Busuk
Lantang…
Menggelegar…
Aku tak tahan menerima deguman itu
Kau bagaikan tidak menghiraukan sekitar
Aku tidak tahu harus melakukan apa
Rasa ingin lari jauh
Rasa ingin pergi dari pijakan ini
Sangatlah buruk keriuhan ini
Masukkan saja aku kedalam botol
Dan lemparkan botol itu sejauh mungkin
-IR, 2013
GELAP! Ketakutan melanda diri ini
GELAP! Perasaan akan kesendirian
Tubuh ini terasa seperti terselap
Apakah ini rasanya masuk ke dalam gulita
Menatap pun hanya ada gundah yang tersirat
Rasa ingin lari, berteriak, menangis
Tiada habisnya aku memohon
Memohon akan datangnya cahaya benderang
Takut… Takut…
Aku takut dan cemas
Mendatangi segala pelosok
Berusaha mencari ke segala penjuru sisi
Aku… Melihat suatu titik
Bola mataku menangkap sinar
Berharap itu adalah cahaya sinar bahtera yang kucari
-IR
Jakarta, 13 Februari 2013 (16:42 WIB)